"Orang sukses tidak melakukan hal yang berbeda, tetapi orang sukses melakukan hal yang sama tapi dengan cara yang berbeda."

Rabu, 21 Januari 2015

Sirah Nabawi #1 : Alasan Dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya Islam.

Pernah gak sih terbesit pertanyaan, "Kenapa Nabi Muhammad dilahirkan di Arab? Kenapa gak di Indonesia? Kenapa gak di Tasikmalaya?" Misalnya. Mari belajar... :) Sirah Nabawi #1 : Alasan Dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya Islam. Subhanak, Maha suci Engkau ya Rabb yang tak pernah salah, semuanya telah terukur. Untuk menjelaskan kenapa dipilihnya jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya Islam, perlu diketahui letak geografis jazirah Arab dan tabiat bangsa Arab sebelum hadirnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad shallalahu 'alayhi wasallaam. Jazirah Arabia terletak diantara negara-negara adidaya yang tengah berkuasa, yaitu Persia dan Romawi. Kemudian setelahnya ada India dan Yunani. Persia bak ladang subur berbagai khayalan, keagaman, dan filosof saling bertentangan. Zoroasterisme, adalah paham yang dianut oleh penguasa Persia. Ajaran utamanya adalah mengutamakan perkawinan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya atau saudaranya. Selain itu di Persia terdapat ajaran Mazdakia, menurut Imam Syahrustani, ajaran ini berdasar pada filsafat lain. Diantara ajarannya adalah menjadikan harta dan manusia sebagai serikat. Bebas dibagi-bagi. Ajaran ini disambut gempita oleh para pengumbar Hawa Nafsu. Sementara Romawi, tengah terjerembab pada paham kolonialisme. Negeri ini terlibat pertentangan agama, Romawi dan Nasrani. Ketimpangan negeri ini tak kalah bejatnya. Mereka berambisi mengembangkan agama kristen dan mempermainkannya sesuai hawa nafsu yang serakah. Jika bicara Yunani, tentu kita telah tau bahwa negeri ini tenggelam dalam mitos-mitos verbal yang tak memberi manfaat sedikitpun. Demikian pula India, sebagai mana dikatakan Abul Hasan an-Nadawi dan telah disepakati bahwa negeri ini sedang berada pada puncak kebejatan disegala sisi, agama, akhlak, maupun sosial. Perlu digaris bawahi, kemerosotan-kemerosotan yang dialami negeri-negeri tersebut adalah karena satu hal yaitu, karena peradaban dan kebudayaan mereka didasarkan pada nilai-nilai materialistik semata, tanpa ada satupun nilai moral yang dapat mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Pada masa itu jazirah Arab hidup dalam tenang, jauh dari kepincangan akhlak dan moral yang didasari sifat materialistik. Meskipun kita tau bahwa di Arab saat itu, penguburan hidup-hidup anak perempuan tengah 'populer'. Tapi mari kita pahami alasan mereka. Dibanding negara Persia, Jazirah Arab tak memiliki kemewahan yang dapat memungkinkan mereka kreatif dan pandai menciptakan kemerosotan-kemerosotan, filsafat keserbabolehan, dan kebejatan moral yang dikemas atas nama agama. Mereka juga tak memiliki kekuatan militer sekuat Romawi yang mendorong mereka melakukan ekspansi ke negara-negara tetangga. Mereka juga tak memiliki filosofi-filosofi khayalan dan mitos-mitos seperti bangsa Yunani. Karakteristik mereka seperti bahan baku yang siap diolah. Masih menampakkan fitrahnya sebagai manusia mulia; setia, penolong, dermawan, rasa harga diri, kesucian, dan kepahlawanan. Hanya saja mereka tak memiliki pengarah yang akan mengungkapkan jalan ke arah itu. Akibatnya mereka sesat; Membunuh anak dengan dalih kemuliaan dan kesucian, memusnahkan harta dengan alasan kedermawanan, dan memicu peperangan dengan dalih harga diri dan kepahlawanan. Allah subhanahu wata'ala berfirman : "Dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat" (QS. Al-Baqarah: 198) Maka setelah kita ketahui tabiat dan letak geografis Jazirah Arab, kita dapat memaknai secara Ilahiyah kenapa Allah memilih Jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan brkembangnya Islam. Dengan kata lain saat itu Arab tengah berada pada masa pencarian. Mereka menyembah Allah tapi tak tau cara, sehingga mereka menyembah berhala Al-latta dan Al-Uzza yang sebenarnya adalah orang-orang shalih diantara mereka dahulu. Untuk itulah diutus seorang manusia mulia untuk mengarahkan mereka, karena sejatinya tabiat dan letak geografis mereka menjadi modal yang amat berharga bagi dakwah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam. Wallahu a'lam Sumber: JejakPeradaban.com